Alasan Tepat Pilih Homeschooling, Bukan Sekedar Alternatif
- Tina Supriadi
- Apr 5, 2017
- 3 min read
Saat ini homeschooling mulai banyak dilirik sebagai salah satu sarana pendidikan alternatif untuk anak. Banyak orang tua yang mulai menyadari bahwa pendekatan pendidikan yang ada saat ini kurang sesuai dengan perkembangan anak-anak mereka. Namun, tidak sedikit orang tua yang masih ragu-ragu untuk menyekolahkan anak mereka di homeschooling. Banyak yang masih berpikiran bahwa anak-anak yang bersekolah di homeschooling merupakan "anak-anak berkebutuhan khusus". Mereka juga takut anak-anaknya menjadi tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain jika masuk homeschooling. Berikut ini beberapa alasan yang tepat homeschooling bisa menjadi sarana pendidikan utama bagi anak.
1. Anak Bisa Lebih Fokus Belajar

Salah satu kelemahan belajar di sekolah formal/umum adalah jumlah siswa yang terlalu banyak di setiap kelas. Dalam satu kelas biasanya terdapat 15 sampai 47 orang siswa dengan satu wali kelas, atau satu guru di setiap pelajarannya. Hal ini dinilai kurang efektif untuk beberapa siswa yang membutuhkan perhatian lebih, misalnya siswa yang sulit konsentrasi di kelas, siswa yang membutuhkan waktu ekstra untuk mencerna pelajaran, atau bahkan siswa yang telalu pandai dalam pelajaran. Dengan banyaknya siswa dan sedikitnya guru, progress individual setiap siswa tidak bisa terpantau secara optimal. Saat ini sudah banyak sekolah yang menempatkan shadow teacher untuk membantu beberapa anak untuk mengikuti pembelajaran di kelas. Namun, bagi sebagian orang tua, hal ini tidak terlalu berpengaruh pada perkembangan anaknya.
Di ehs homeschooling, satu guru mengajar paling banyak lima siswa, sehingga progress setiap anak dapat terpantau dengan baik. Orang tua juga bisa "mengecek" perkembangan anak mereka langsung kepada guru yang bersangkutan.
2. Metode Belajar Sesuai dengan Karakteristik Anak
Di sekolah umum, metode belajar semua siswa sama. Semua siswa belajar bersama di satu kelas yang sama, dengan guru yang sama, jam mulai yang sama, jam selesai yang sama, dan kemajuan belajar yang harus sama. Padahal sejatinya setiap orang itu berbeda! Sementara di ehs homeschooling, siswa belajar sesuai dengan karakteristik dan kemampuanya masing-masing.
3. Anak Dapat Mengembangkan Minat dan Bakatnya
Di sekolah pada umumnya setiap anak "dipaksa" untuk mengikuti materi yang terkadang terasa menjemukan bagi sang anak. Belum lagi waktu sekolah yang sangat panjang dan padat. Anak jadi tidak memiliki waktu untuk mengembangkan bakat dan minatnya pada bidang yang mereka sukai. Sejujurnya, sekolah dengan berbagai macam materinya merupakan tempat siswa untuk mengembangkan pola pikir, cara menghadapi masalah, serta cara menghadapi orang lain, kemampuan lain harus mereka kembangkan di luar sekolah. Padatnya kegiatan dan tugas-tugas sekolah membuat anak-anak tidak punya kesempatan lebih untuk mengeksplorasi bakat yang dimilikinya.

Di ehs Homeschooling, siswa memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya. Setiap tutor akan berusaha membantu siswa untuk menemukan hal-hal yang mereka minati.
4. Waktu dan Tempat Belajar Lebih Fleksibel
Waktu belajar di ehs homeschooling (metode community) hanya seminggu 3 kali, dan hanya 3 jam dalam sehari (SD dan SMP) atau 4,5 jam sehari (SMA). Dengan begitu, siswa memiliki lebih banyak waktu untuk menekuni dan mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.
Tempat belajar fleksibel. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Jika siswa berhalangan hadir atau jika sedang ke luar kota karena suatu urusan, pembelajaran tetap dapat dilakukan via web cam atau dengan cara lainnya.

5. Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Banyak orang tua yang bertanya, "apakah materi pelajaran akan selesai jika waktu belajarnya hanya sesingkat itu?". Jawabannya adalah YA. Metode belajar di ehs homeschooling dibuat semenyenangkan mungkin dan disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan setiap siswanya. Setiap siswa dapat mengalami pengalaman belajar yang berbeda yang disesuaikan dengan cara belajar siswa berdasarkan hasil kecerdasan dominan siswa yang bersangkutan. Belajar akan jadi terasa lebih menyenangkan karena caranya sesuai dengan minat setiap siswa, sehingga materi yang disampaikan akan lebih tepat sasaran.












Comments