Homeschooling, Solusi Pendidikan Terbaru
- 4 Apr 2017
- 3 menit membaca

Beberapa tahun belakangan ini agaknya homeschooling sedang "naik daun". Dimana-mana bermunculan berbagai macam homeschooling yang menawarkan beraneka ragam metode dan pendekatan bagi siswanya. Ini menunjukkan mulai banyak orang tua dan siswa yang menganggap homeschooling sebagai solusi pendidikan terbaru.
Tapi, homeschooling itu apa sih? Jika dilihat dari asal katanya, home dan school, homeschooling dapat diartikan sekolah di rumah. Tapi belakangan banyak homeschooling yang menawarkan metode belajar komunitas, dimana siswa datang ke lokasi homeschooling tersebut dan belajar bersama dengan teman-temannya di sana. Jika kenyataannya demikian, artinya homeschooling tidak selalu harus dilakukan di rumah dong. Saat ini homeschooling yang ada lebih menekankan pada kenyataan bahwa siswa tetap butuh "pelajaran sosial". Siswa tetap harus bertemu banyak orang untuk bisa belajar berinteraksi. Karena itulah saat ini banyak homeschooling yang menerapkan konsep belajar komunitas. Sama seperti sekolah formal, hanya saja suasananya dibuat lebih santai, kasual, dan tidak kaku. Seperti sedang belajar di rumah saja.
Homeschooling sebenarnya merupakan pilihan terbaik untuk pendidikan anak. Namun, masih banyak orang tua yang baru mulai meng-homeschooling-kan anak-anaknya karena tidak punya solusi lain untuk menyekolahkan anaknya. Kalau bahasa kerennya, 'sudah mentok'. Banyak anak-anak yang dianggap tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, atau sering mendapat bully di sekolah, baru dipindahkan ke homeschooling. Padahal sebenarnya, homeschooling adalah salah satu metode yang paling tepat untuk membentuk karakter dan masa depan anak.

Saat ini banyak sekali mahasiswa yang merasa salah memilih jurusan. Atau mahasiswa yang hampir lulus dari universitas tapi belum tahu mau jadi apa. Kok bisa?? Bisa saja! Pada kenyataannya hal-hal yang dipelajari di sekolah pada umumnya terlalu banyak. Banyak sekali! Untuk SD saja bisa sampai sepuluh mata pelajaran! Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKn, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni Budaya, dan Muatan Lokal. Apalagi materi dari setiap pelajaran banyak sekali. Semuanya harus dihapal dan dimengerti agar nilai ujian bagus dan bisa naik kelas. Jam pelajaran di sekolah juga cukup lama. Di beberapa sekolah, siswa SD saja bisa belajar hingga 7 jam per hari! Hmm..itu sekolah atau kerja ya? Dan sepulang sekolah, mereka masih harus les mata pelajaran lagi. Jadi sebenarnya apa fungsi sekolah jika materi pelajaran yang telah diajarkan di sekolah masih harus dipelajari lagi di tempat lain? Siswa jadi tidak punya cukup waktu untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pada akhirnya, saat kenyataan (dunia kerja) sudah di depan mata, mereka baru berpikir, "apa yang bisa saya lakukan?". Materi-materi pelajaran yang dulunya dipelajari mati-matian untuk mengejar nilai, kini telah menguap sebagian besar. Hanya tersisa beberapa hal yang dianggap menarik saja. Alhasil banyak diantara mahasiswa-mahasiswa tersebut yang menjadi "kutu loncat" karena mencoba berbagai macam pekerjaan, tapi tidak ada yang diminati.

Berbeda dengan homeschooling, di ehs homeschooling contohnya, siswa hanya belajar tiga hari dalam seminggu dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 12.00 siang (untuk SD dan SMP) atau sampai pukul 14.15 siang (untuk SMA). Mata pelajaran yang dipelajari hanya enam mata pelajaran di SD dan SMP, dan tujuh mata pelajaran di SMA. Materinya? Apakah keburu jika waktunya hanya segitu? Jawabannya YA, pasti bisa! Metode belajarnya semi privat sehingga cara mengajar bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan siswa. Jadi siswa bisa belajar dengan lebih cepat, dan bisa menggali dan mengembangkan potensinya di luar akademik. Toh saat kerja nanti yang akan ditanyakan dan dilihat adalah kemampuan orang tersebut, bukan bagaimana Hipotesis Avogadro, bukan? (Kecuali jika bekerja di bidang kimia mungkin. hehe).
Saat ini anak-anak membutuhkan metode pengajaran yang menyenangkan dan tidak kaku. Terlalu banyak materi pelajaran yang disampaikan tanpa tahu tujuan dari materi tersebut hanya akan membuat anak-anak semakin menarik diri dari sekolah, yang ujungnya akan berakibat pada mogok sekolah bahkan stres atau depresi. Sebaiknya untuk para orang tua mulailah untuk memikirkan homeschooling sebagai salah satu solusi untuk anak Anda. Karena salah satu tujuan dari pendidikan menurut M.J Langeveld adalah agar dapat menolong anak untuk melakukan tugas-tugas hidupnya, agar ia mandiri dan bertanggung jawab. (TS)






















Komentar